Pemuda dan Tantangan Jaman

0

Oleh: Agustian

Pemuda dalam konteks kehidupan bermasyarakat mempunyai peran yang sangat penting dan strategis. Penting dalam arti sebagai promotor atau penggerak bagi suatu perubahan positif, seperti hal nya penggerak bagi semangat gotong royong, semangat persatuan dan semangat pengabdian. Sedangkan yang dimaksud strategis disini adalah pemuda dengan segala potensi berfikir dan kratifitasnya serta dukungan jenjang akademiknya dapat menjadikan suatu keadaan yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Sejarah mencatat bahwa peran pemuda menjadi pondasi awal bagi peradaban suatu bangsa. Hasan Al Bana mengatakan “Dalam setiap kebangkitan sebuah peradaban dibelahan dunia manapun maka kita akan menjumpai bahwa pemuda adalah salah satu iramanya”. Ungkapan tersebut secara historis dapat dibuktikan, sebagai contoh sebut saja Muhammad, seorang nabi yang tidak boleh tidak kita katakan sebagai sang revolusioner muda sejati pada empat belas abad yang lalu. Muhammad dengan semangat perjuangannya melawan kelompok jahiliyah waktu itu  mempunyai misi menegakkan nilai-nilai moralitas, kesamaan derajat serta melawan tirani-tirani yang menghegemoni kaum jahiliyah terhadap kelompok-kelompok lemah bangsa arab kala itu.

Dalam setiap langkah perjuangannya, Muhammad senantiasa mengedepankan perilaku saling menghargai, menghormati, sopan dalam bertindak serta santun dalam berucap. Sehingga timbul sikap empati beberapa kelompok/suku yang pada akhirnya mereka menjadi pengikut setia Muhammad dalam memperjuangkan nilai yang diajarkan demi terwujudnya masyarakat arab yang beradab.

Dalam konteks pemuda indonesia, kita mengenal beberapa tokoh muda diantaranya adalah Bung Tomo (Sutomo), Soekarno, Moh. Yamin dll  yang telah membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme pada jaman penjajahan belanda kala itu. Dengan semangat persatuan dan kesatuan antara sesama pemuda, mereka telah menegakkan prinsip perlawanan dalam rangka memperjuangkan kemerdekakan indonesia dari segala jenis penjajahan. Walau mereka sadari setiap saat nyawa mereka menjadi taruhan atas perlawanannya. Namun hal itu tidak membuat gentar para pemuda tersebut. Akhirnya atas segala jerih payah serta semangatnya, indonesia bisa merdeka seperti saat ini.

Kedua contoh tersebut diatas walau berbeda jaman dan konteks pergerakan, kiranya dapat menjadi contoh bagi peran kaum pemuda dalam era globalisasi seperti saat ini. Sebuah pepatah arab mengatakan “Syubanul yaum, rijalul ghad”  yang artinya; Pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan. Inna fi yadi subhan amrol ummah wa fi aqdamihim hayataha  “sesungguhnya ditangan dan langkah pemudalah urusan dan hidupnya suatu umat/masyarakat”. Dari ungkapan tersebut betapa sentral peran pemuda bagi kelangsungan hidup sebuah masyarakat. Lantas seperti apa seharusnya peran pemuda saat ini?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut mari kita sedikit urai apa saja sesungguhnya yang menjadi tantangan pemuda saat ini.  Secara garis besar Globalisasi dapat kita katakan sebagai tantangan utama, karena hal tersebutlah yang menghantarkan budaya-budaya luar yang notabene nya bersifat negatif seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba serta penyalahgunaan media sosial (berita hoax dan ujaran kebencian) masalah tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan  krisis moral dan etika jika tidak bisa dibendung oleh para kaum pemuda.

Dari uraian permasalahan tersebut kiranya Ilmu Pengetahuan dan Agama dapat menjadi solusi untuk menghadapai tantangan yang kompleks tersebut. Ilmu pengetahuan berfungsi sebagai benteng untuk menghindari segala bentuk perilaku menyimpang khususnya bagi kaum muda dalam pergaulan era modern seperti saat ini. Kemudian Agama dapat diartikan sebagai sistem nilai yang membudaya pada masyarakat yang berisi ajaran-ajaran kebenaran tertinggi yang menjadi pendorong bagi control pemeluknya. Ilmu pengetahuan dan agama sejatinya dua komponen penting bagi manusia dan kemanusiaan. Keduanya harus berjalan seiringan, Albert Einsten mengemukakan bahwa “Science without religion is lame and religion without science is blind”.

Pemuda yang berilmu pengetahuan serta mendalam dalam penghayatan beragama secara otomatis akan mempraktekkan kehidupan yang ideal, terbebas dari segala bentuk penyimpangan seperti yang disebutkan diatas. Senantiasa mengarahkan kepada hal kebaikan bagi yang lain, semangat menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moralitas yang pada akhirnya menjadi virus kebaikan serta penggerak perubahan dalam mengahadapi arus globalisasi dan tantangan jaman yang kian tak menentu.

Dengan demikian peran Pemuda saat ini adalah selalu mengedepankan dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dengan cara semangat belajar, menerapkan ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, menjadi contoh yang baik dalam bersikap dan bertindak, serta mendedikasikan segala kemampuan dalam bentuk pengabdian untuk kemaslahatan masyarakat. 

LEAVE A REPLY