Pengamat Politik: Aksi 4 November Murni Penistaan Agama

0
Muh Hasir Sonda
Muh Hasir Sonda

RILITAS.COM, Jakarta – Pengamat politik dan pemerintahan, Muh Hasir Sonda mengatakan, aksi massa yang akan dilakukan ormas Islam pada 4 November nanti merupakan murni soal penistaan agama. Menurutnya, pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 27 September 2016 silam sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta.

“Jika dirunut pada awal terjadinya masalah 27 September 2016 silam di Kepulauan Seribu, sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilkada, murni penistaan terhadap surah Al-Maidah ayat 51. Basuki T Purnama pada saat itu memakai pakaian dinas formal lengkap dengan atributnya sebagai Gubernur DKI Jaya. Pihak kepolisian harus paham itu,” kata Hasir kepada Rilitas.com, Senin (31/10/2016).

Akademisi Universitas Indonesia ini mengatakan, penista terhadap Al-Quran harus dihukum sesuai aturan negara, guna menghindari ‘hukuman’ dari sejumlah ormas yang sudah tidak sanggup mengendalikan emosionalnya.

“Masalah emosi keagamaan adalah hal yang sensitif, maka itu tidak boleh dikupas dan dikipas dalam kaitan apapun. Ada atau tidak ada hajatan Pilkada, umat Islam yang dasar vital keyakinannya dinista, akan tetap merespon penistaan dengan menginginkan proses hukum yang berlaku dalam negara ini,” katanya.

Meskipun demikian, Hasir menilai pemerintah sudah proaktif dalam menyikapi persoalan ini dengan memanggil sejumlah petinggi lembaga pemerintah dan Ormas Islam.

“Mengundang MUI, PB NU, PP Muhammadiyah, TNI dan Polri ke Istana, serta pemimpin redaksi media dan TV, merupakan sikap yang proaktif dari pemerintah guna meredam timbulnya aksi anarkistis pada 4 November mendatang,” katanya.

“Ormas Islam juga harus belajar dari kasus penistaan ini, untuk kembali koreksi diri dan membangun jaringan kebersamaan dalam memelihara ukhuwah Islamiah,” pungkasnya. (Man)

LEAVE A REPLY