Ini Pria yang Nonaktifkan Akun Twitter Presiden Trump

0
Bahtiyar Duysak, pria yang menonaktifkan akunt twitter Presiden Trump. Kredit: Techcrunch
Bahtiyar Duysak, pria yang menonaktifkan akunt twitter Presiden Trump. (Foto: Techcrunch)

RILITAS.COM, Iptek – Pada tanggal 2 November, seorang karyawan Twitter untuk sementara menonaktifkan akun Twitter milik Presiden Donald Trump. Setelah awalnya melaporkan bahwa itu adalah sebuah kesalahan, Twitter mengatakan bahwa tindakan tersebut telah dilakukan oleh seorang kontraktor pada hari terakhirnya di perusahaan itu.

Kini, setelah perburuan global oleh wartawan, mantan karyawan tersebut mengungkapkan dirinya kepada TechCrunch, Kamis 30 November 2017 . Namanya Bahtiyar Duysak, seorang warga Jerman keturunan Turki, dan dia bekerja untuk Twitter sebagai kontraktor pada sebuah perusahaan bernama Pro Unlimited.

Duysak mengatakan bahwa tindakan tersebut adalah “kesalahan” dan mengatakan kepada TechCrunch bahwa dia tidak pernah mengira akun tersebut benar-benar akan dinonaktifkan.

Dia menghubungkan penonaktifan itu dengan serangkaian “kebetulan” yang telah terjadi pada hari terakhirnya di Twitter. “Saya bersenang-senang di Amerika,” kata Duysak. “Saya sudah lelah sekali. Dan semua orang bisa melakukan kesalahan. Saya melakukan kesalahan,” ujarnya.

Duysak mengatakan kepada TechCrunch bahwa seorang pengguna Twitter telah melaporkan Trump untuk penyalahgunaan pada hari terakhirnya di Twitter. “Sebagai tindakan terakhir, dia menonaktifkannya,” lapor TechCrunch. “Lalu dia menutup komputernya dan meninggalkan gedung.”

Duysak tidak menjelaskan motivasinya atau menawarkan komentar lain tentang Presiden Trump. Dia mengatakan bahwa dia tidak percaya bahwa akun Trump benar-benar akan dinonaktifkan.

Duysak mengatakan bahwa dia tidak percaya bahwa dirinya sedang diselidiki oleh FBI, meskipun Twitter telah meminta lebih banyak informasi kepadanya. Dia mengatakan bahwa dia berharap memiliki kehidupan biasa, dan mengatakan bahwa dia tidak berencana untuk bekerja di bidang teknologi lagi dalam waktu dekat.

“Tapi saya suka Twitter,” katanya kepada TechCrunch, dengan mengenakan sweter yang dihiasi dengan bintang dan garis-garis. “Dan saya mencintai Amerika.” (tmp)

LEAVE A REPLY