Boeing Umumkan Masalah Baru pada Pesawat 737

0
Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta)
Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta)

RILITAS.COM, New York – Produsen pesawat Amerika Serikat Boeing mengumumkan sebagian pesawat seri 737 berpotensi mengalami masalah pada sayapnya, termasuk tipe 737 Max yang sampai sekarang masih dilarang terbang di seluruh dunia.

Melalui kerja sama dengan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA), Boeing mengatakan telah menghubungi para maskapai yang menggunakan pesawat 737 dan menyarankan agar mereka mengecek kembali komponen leading edge slatpada pesawat 737 Max dan 737 NG. Tipe 737 NG termasuk 737-600, -700, -800 dan -900.

Leading edge slat adalah komponen aerodinamika tambahan yang terpasang di tepi depan sayap pesawat. Sebagian komponen itu dikhawatirkan tidak memenuhi standar manufaktur dan perlu diganti, bunyi pernyataan Boeing dan FAA, Minggu (2/6/2019) waktu setempat.

Mereka mengatakan bahwa jika ditemukan kerusakan pada komponen tersebut, maskapai harus segera menggantinya sebelum pesawat kembali digunakan.

Komponen yang cacat bisa lepas atau retak secara prematur. FAA mengatakan kerusakan komponen ini tidak akan membuat pesawat jatuh, tetapi bisa merusak pesawat yang sedang terbang.

Boeing telah mengedarkan buletin dan FAA akan menerbitkan petunjuk keselamatan yang mensyaratkan para maskapai untuk mengecek dan memperbaiki komponen tersebut dalam waktu 10 hari.

Masalah tersebut ditemukan oleh Boeing Jumat lalu, ketika perusahaan menggelar pertemuan dengan para pemasok suku cadang. Para pegawai Boeing mendapati bahwa sebagian komponen itu tidak melewati prosedur pemanasan, sehingga mereka khawatir dengan aspek keselamatan.

Masalah ini berdampak pada 148 slat yang diproduksi oleh salah satu pemasok, kata Boeing. Perusahaan juga mengatakan ada 20 Boeing 737 Max dan 21 Boeing 737 NG yang memakai slat yang cacar. Namun, FAA menyarankan agar para maskapai mengecek ulang sebanyak 179 pesawat 737 Max 133 pesawat 737 NG. Sebanyak 33 pesawat Max dan 32 pesawat NG terdampak berada di Amerika Serkat.

Boeing dan FAA mengatakan belum ada laporan insiden terkait dengan komponen tersebut. Perbaikan komponen dimaksud hanya butuh waktu dua hari.

Perkembangan ini terjadi ketika Boeing sedang bekerja keras untuk mengakhirri larangan terbang bagi 737 Max.

Tipe pesawat itu dilarang terbang setelah kecelakaan fatal pesawat milik Ethiopian Airlines Maret lalu, dan jatuhnya pesawat milik Lion Air pada Oktober 2018.(B1)

LEAVE A REPLY