Rencana Foxconn Pensiunkan Pekerja Manusia

0
Pabrik Foxconn di Longhua, China.(Foto:Dok/REUTERS)

RILITAS.COM, Iptek – Perusahaan pemanufaktur Foxconn berupaya memaksimalkan kualitas perakitan ponsel. Salah satu rencana yang akan ditempuh yakni menggantikan peran pekerja manusia dengan robot.

General Manager Automation Technology Development Committee Foxconn, Dai Jia-peng mengatakan, perusahaan memiliki tiga fase untuk mewujudkan ambisi mengotomatisasi seluruh fasilitas perakitan.

Seperti dilaporkan DigiTimes, Foxconn akan memaksimalkan penggunaan software dan robot bernama Foxbot untuk melakukan semua proses produksi.

Pada fase pertama, pabrikan asal Taiwan ini akan mengalihkan pekerjaan berat yang dilakukan manusia. Robot akan berperan melakukan pekerjaan berbahaya yang sebelumnya tidak bisa dikerjakan oleh manusia.

Kemudian pada fase kedua, Foxconn berupaya meningkatkan efisiensi lini produksi agar berkerja secara otomatis dan menurunkan penggunaan robot dalam merakit ponsel.

Selanjutnya di lini ketiga dan terakhir, perusahaan akan memaksimalkan peran robot dan seminimal mungkin melibatkan manusia. Hal itu termasuk proses produksi, logistik, pengujian, dan proses pemeriksaan.

Selama beberapa tahun terakhir, beberapa pabrik Foxconn sebenarnya sudah menerapkan fase kedua dan ketiga pada proses produksinya.

Jia-peng mengatakan, saat ini perusahaan telah mengoperasikan 40 ribu Foxbot. Dari jumlah tersebut, perusahaan memproduksi 10 ribu Foxbot per tahunnya untuk mencapai target otomatisasi proses produksi.

Hingga Maret 2016, Foxconn mengklaim telah mengotomatisasi 60 ribu pekerjaan di salah satu pabriknya.

Targetnya di tahun 2020, proses produksi yang melibatkan tenaga robot di pabrik China bisa mencapai 30 persen.

Dilihat dari kalkukasi keuangan, penggunaan tenaga robot dinilai lebih murah dibandingkan tenaga manusia. Meskipun niali investasinya lebih tinggi, proses pengoperasian lebih rumit, memerlukan waktu untuk memprogram robot dalam melakukan berbagai pekerjaan atau memprogram ulang untuk mengerjakan tanggung jawab lebih dari kemampuan dasarnya.

Hal inilah yang menjadikan bayaran tenaga manusia menjadi lebih mahal ketimbang investasi pengembangan robot di China.

Namun begitu, Jia-peng tidak menampik jika perusahaan tidak akan sepenuhnya bisa menggantikan peran manusia dengan kehadiran robot. Meski bisa bekerja cepat, namun robot tidak cepat belajar dan beradaptasi dalam melakukan perubahan tugas seperti layaknya manusia.

Untuk itu, Foxconn menyadari butuh waktu peralihan penggunaan tenaga manusia ke proses otomatisasi produksi di beberapa pabriknya di Chengdu, Shenzhen, dan Zhengzhou. Tahun lalu Foxconn telah mempekerjakan 1,2 juta orang untuk ketiga pabriknya di China dan menjadikannya salah satu perusahaan dengan pekerja terbanyak di dunia.

Salah satu pabriknya di Zhengzhou tercatat mampu memproduksi 500 ribu unit iPhone telah menerapkan fase kedua otomatisasi proses produksi. Dalam beberapa tahun kedepan, pabrik terbesar Foxconn tersebut menargetkan  proses produksi bisa sepenuhnya melibatkan tenaga robot.

Saat ini proses otomatisasi terhadap 10 lini perakitan telah ditempuh untuk memproduksi monitor LCD, PC, dan perangkat all-in-one.

Sumber: CNN

LEAVE A REPLY