Temukan Fakta Baru BMKG pada Gempa di Lebak, Banten

0
Ilustrasi. (Foto: Dok/Net)

RILITAS.COM, Jakarta  – BMKG selama tiga hari melakukan perhitungan akurat melalui proses relokasi terhadap gempa Lebak, Banten, yang terjadi pada (23/1). Dari hasil tersebut, diketahui lokasi gempa terletak pada 105.9539 BT dan 7.3242 LS, dan kedalaman 46.5 ± 4.5 Km dengan magnitudo 6,1.

Untuk mengetahui fenomena gempa susulan yang terjadi di Lebak, BMKG, PVMBG, bersama dengan EOS melakukan pengamatan pada 23-25 Januari 2017. Hasil pengamatan tersebut mendapatkan fakta baru, yaitu mekanisme dari gempa Lebak adalah sesar naik mengiri dan terjadi pada terusan Sesar Cimandiri ke arah laut yang dinamakan Sesar Pelabuhan Ratu.

“Ini diklasifikasikan sebagai ‘Fore-arc’ backthrust, yaitu sesar naik yang mempunyai bidang miring berlawanan arah dengan bidang zona subduksi atau ‘megathrust’,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/2/2018).

Gempa Lebak kemarin dan beberapa gempa selatan Jawa lainnya telah menambah pengetahuan tentang sumber gempa di Pulau Jawa yang sebelumnya tidak diketahui, yaitu keberadaan dari jalur backthrust di sepanjang Selatan Pulau Jawa. Backthrust ini di barat Sumatra sudah dikenal sebagai Sesar Mentawai.

Daryono menjelaskan, dalam peta sumber dan bahaya gempa Indonesia 2017 yang sudah resmi dipublikasikan, Tim Pusgen sudah memperkenalkan keberadaan Jalur sesar back – arc thrust Baribis – Kendeng yang memanjang dari Surabaya – Semarang – Cirebon – dan kemungkinan sampai ke Jakarta.

“Jalur gempa Back-arc thrust ini juga berada di utara Bali dan Nusa Tenggara. Salah satu segmennya menjadi sumber gempa Flores tahun 1992 yang memicu tsunami besar dan memakan banyak korban,” jelas Daryono.

Pada kesimpulanya, gempa yang terjadi di Lebak tidak sama dengan gempa yang terjadi di Tasikmalaya pada 2017, yang terjadi pada sesar di kedalaman 107 Km, yaitu di intraslab lempeng Australia yang menunjam di bawah Jawa. Akan tetapi, kemungkinan sama dengan gempa Tasikmalaya pada tahun 2009.

Diketahui, Gempa 6,1 magnitudo mengguncang Lebak, Banten, pada (23/1) mengakibatkan ratusan rumah warga rusak. Gempa terasa di beberapa kota seperti Jakarta, Banten, hingga Bandung. Selama empat hari, tercatat setidaknya ada sekitar 53 kali gempa susulan disana dengan magnitudo yang bervariasi. (red)

LEAVE A REPLY