Bolehkah Anak Diberikan Susu Kental Manis?

0
ilustrasi. (Foto:dok/Shutterstock)

RILITAS.COM, Kesehatan – Susu kental manis sering digunakan sebagai bahan untuk puding, ataupun pelengkap kopi dan teh. Produk olahan susu ini termasuk tinggi kalori dan gula sehingga tidak cocok untuk semua orang. Khususnya bagi mereka yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Namun, bagaimana dengan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan?

Ahli gizi Dr. Marudut, B.Sc. MPS, mengatakan bahwa susu kental manis tidak dianjurkan untuk anak-anak. “Susu seperti ini kan biasanya digunakan untuk pengolahan makanan. Untuk anak-anak, baiknya kita lihat apakah susu tersebut tinggi protein dan kalsium. Saya sarankan, jangan biasakan anak kecil yang manis-manis dulu. Karena biasanya kalau dia senang yang manis, makanan yang lain jadi pahit. Jadi itu bukan buat anak-anak.”

Sementara itu, Matthew Lantz Blaylock, ahli gizi lulusan University of Alabama, tidak berani menyebut kental manis sebagai produk susu karena memiliki kadar gula yang sangat tinggi.

“Saya lebih suka bilang kental manis itu bukan susu. Lebih cocok disebut sebagai permen karena kandungan gulanya hampir sama dengan kandungan susunya. Produk susu yang benar adalah susu yang dihasilkan dari sapi betina yang sehat kemudian dipasteurisasi, sehingga bakteri jahat yang ada bisa terbunuh,” ujar Matthew.

Lemak dalam susu kental manis kebanyakan adalah lemak jenuh, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan kardiovaskular. Sedangkan kandungan karbohidratnya lebih dari 10 gram, yang semuanya adalah gula. Pola makan tinggi gula olahan sudah lama diketahui dapat menyebabkan masalah berat badan, masalah kardiovaskular, dan diabetes.

Meskipun susu kental manis mengandung protein, tapi sebenarnya tidak banyak. Satu sendok makan hanya 1,5 gram. Padahal, anak-anak membutuhkan protein yang cukup untuk bertumbuh dan berkembang.

Manfaat susu untuk tumbuh kembang

Dr. Marudut mengatakan bahwa walaupun susu tidak dikategorikan sebagai asupan wajib, anak tetap membutuhkan sumber protein dalam keseharian.

“Terserah apakah proteinnya dari susu atau tidak. Tapi kalau mau susu, silakan karena aman dan mutunya baik karena ada proses pengolahan di dalamnya. Aman sesuai amanat UU 18 tahun 2012, aman dari cemaran kimia dan biologis. Bahkan, susu dapat membantu percepatan perbaikan gizi di Indonesia.”

Menurut Dr. Marudut, susu merupakan salah satu sumber zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak.

“Protein di susu kualitasnya terbaik di antara berbagai jenis pangan dan hanya setara dengan protein pada telur. Sumber kalsiumnya juga dapat dengan mudah digunakan untuk berbagai keperluan di dalam tubuh. Kandungan protein, kalsium, fosfor dan vitamin D yang terdapat pada susu sangat bermanfaat, terutama di masa pertumbuhan,” jelasnya.

Berbagai penelitian, lanjut Dr. Marudut, menunjukkan adanya korelasi positif antara konsumsi susu rutin sesuai takaran dengan kepadatan tulang. Lebih dalam lagi, susu mengandung asam lemak unik dan kompleks yang berperan positif terhadap peningkatan kesehatan, tidak saja pada usia anak-anak, tetapi juga pada usia tua.

Nah, jika Anda ingin memberikan susu kepada anak, pilihlah yang memang berkualitas baik, sesuai usia, serta kondisi anak. Porsinya juga tidak boleh berlebihan. Namun, susu kental manis sebaiknya tidak diberikan karena tinggi gula. Apalagi untuk anak usia menyusui dan MPASI, susu kental manis sangat tidak dianjurkan karena yang terbaik pada fase ini tetaplah ASI.(ds)

LEAVE A REPLY