ICW Dukung KPK Usut Tuntas Kasus TPPU Wawan

0
Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan. (Foto: TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo)
Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan. (Foto: TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo)

RILITAS.COM, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terus menelusuri dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Tubagus Chaeri Whardana (TCW) alias Wawan.

Kemarin, KPK memeriksa empat orang swasta dan satu notaris yakni Lioe Seng Tjin, H Epi Suparya, Siti Halimah alias Iim, Untung (notaris) dan Yayah Rodiah.

“Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus TPPU TCW,” ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah.

Koordinator ICW, Ade Irawan mengatakan, dalam kasus TPPU, penyamaran biasanya jadi satu dari beberapa fase pencucian uang. Untuk itu, kata Ade, penting bagi KPK untuk terus mengungkap asetnya berada di mana dan siapa saja yang ikut menikmati.

“KPK harus mengusut tuntas pencucian uang Wawan ini,” tegas Ade saat dihubungi.

Ade menambahkan, jika bicara korupsi, apalagi dilakukan oleh pejabat publik yang memiliki kekuasaan politik dinasti, bukan cuma kerugian negara.

“Korupsi jelas merugikan warga negara, dalam kasus Wawan, tentu saja merugikan warga Banten,” imbuh Ade.

ICW menilai, KPK sudah sepantasnya mengembangkan lebih jauh kasus TPPU Wawan, karena sudah terlihat siapa saja yang dijadikan perantara aliran uang. Masyarakat Banten juga diingatkannya harus melawan korupsi.

“Kenapa keluarga Atut maju terus di Pilkada Banten, karena akses terhadap sumber daya akan lebih mudah ketika berkuasa. Apalagi keluarga Atut kan keluarga pengusaha,” ujarnya.

Berdasarkan temuan ICW dan sejumlah lembaga, dalam kurun waktu tiga tahun yakni antara 2011-2013 di dua instansi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Bina Marga serta Tata Ruang Provinsi Banten, perusahaan milik keluarga Atut mendapat 52 proyek dengan nilai Rp723,4 miliar.

KPK, seperti disampaikan Febri Diansyah, telah mengantongi bukti dan informasi dugaan Wawan melakukan penyamaran aset melalui pihak keluarga, yang sebagian besarnya merupakan penyelenggara negara, seperti kakak kandungnya Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, istri Wawan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rahmi Diany dan keponakannya anggota DPR RI, Andika Hazrumy. (Wid/Rmol)

LEAVE A REPLY