LPTQ Banten Usulkan Bangun Baitul Quran di Kawasan Banten Lama

0
Revitalisasi Banten Lama
Revitalisasi Banten Lama

RILITAS.COM, Serang – Baitul Quran (Rumah Quran) rencananya akan dibangun Pemprov di Kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang.

Demikian terungkap dalam rapat kegiatan penyusunan dan pembangunan Baitul Qur’an di Ruang Transit Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (5/3/2019).

Berdasarkan informasi, pembangunan Baitul Quran akan dibangun di atas lahan seluas 4,2 hektar atau tepatnya di depan Surosowan itu merupakan inisiasi dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten. Pada 2019, Pemprov akan membuat detail engenering design (DED), sedangkan pembangunannya akan dilakukan pada 2020.

Ketua Harian LPTQ Banten, Sybili Sarjaya mengatakan, pembangunan baitul Qur’an tersebuta merupakan hasil dari kajian LPTQ. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya LPTQ dalam tingkat melek Al Quran di kalangan masyarakat Banten masih rendah.

Diketahui, pada 2017, LPTQ melakukan survei tingkat melek Al Qur’an di Banten. Hasilnya, sebanyak 77 persen tingkat baca masyarakat Banten di bawah sedang, sedangkan 23 persen masyarakat lancar baca Al Qur’an.

“Hasilnya memang mengagetkan, saya malu sebetulnya. Belum lagi untuk pemelipkan Al Qur’an dimana hasil survei kemarin 46 persen masyarakat tidak memiliki Al Qura’an di rumah sejumlah anggota keluarga. Misalkan di rumanya ada lima orang nah Al Qur’an itu cuma ada tiga,” kata Syibli saat ditemui usai rapat.

Untuk itu, jelas Syibli, rapat tersebut merupakan bagian dari perencanaan pembangunan baitul Quran.

“Kita curahkan  pemikiran-pemikiran di sini, bagaimana konten isi dari rumah Qur’an dan tadi banyak masukan. Selain itu Pak Gubernur juga punya antusias tinggi, karena beliau ingin merubah wajah Banten untuk bisa menjadi destinasi wisata religi,” jelasnya.
Gubernur Banten, lanjut Syibli, meminta kepada LPTQ dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bisa segera merealisasikan rencana pembangunan tersebut.

“Selain itu beliau juga meminta jika pertemuan ini tidak hanya sekali diadakan, biar perencanaannya matang. Lalu tahun ini juga diminta sudah dibuatkan DED nya, sehingga pada 2020 sudah mulai pembangunan. Tanahnya juga sudah tersedia seluas 4,2 hektar di depan Surosowan dan akan nyambung ke Jalan Raya Karangantu, tanahnya sudah datar dan tidak perlu lagi ada pengurukan,” ujarnya.

Mantan Rektor UIN Maulana Hasanudin Banten itu mengungkapkan, ke depan tempat tersebut bukan hanya sebagai tempat para penghafal Al Qur’an, namun juga menjadi pusat kajian Islam.

“Baitul Quran itu nantinya akan memiliki fungsi lima T, yakni tajwid, bagaimana cara membaca yang bagus, tahfidz, yaitu hafal Al Quran, tafsir, bagaiaman menafsirkan Al Quran dan itu perlu didukung oleh ilmu-ilmu tertentu, takbid, bagaiaman mengiplementasikan dan mengaktualisasikan Al Quran, dan tablil bagaiaman juga bisa mendakwahkan. Selain itu kita juga berharap nantinya bisa Baitul Quran bisa difuingsikan sebagai tempat pembinaan kahfilah MTQ. Nanti nggak perlu lagi rapat-rapat dihotel cukup di tempat itu,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Banten, M Yanuar mengatakan, bangunan baitul Qur’an rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 4,2 hektar.

“Kalau yang punya kerjaan kan LPTQ saya cuma diundang aja sih ke sini. Yang jelas lahan sih sudah ada sekita 4 hektaran lah. Dan dulu Pak Gubernur minta lahan ini dibuat untuk apa, lalu ada masukan jadi tempat oleh-oleh, dan oleh Pak Gubernur ingin dijadikan pusat kajian bisa Islamic Center, Tahfidz Quran. Maka diinisiasilah oleh LPTQ untuk membangun baitul Qur’an,” kata Yanuar.

Dijelaskan Yanuar, pada 2019 ini pihaknya akan mulai menyusun DED. Hal itu sesuai dengan permintaan Gubernur Banten Wahidin Halim dimana Banten bisa menjadi destinasi wisata religi.

“Kita lihat saja (DED) nya seperti apa nanti. Yang jelas baitul Quran bukan hanya tempat para penghafal tapi menjadi pusat kajian. Di sana juga ananti akan dibuat aula-aula. Sedangkan untuk anggaran nanti kita lihat DED nya lagi, kalau sekarang sih belum kelihatan,” tandasnya. (red)

 

LEAVE A REPLY