PLN Bangun Infrastruktur Senilai Rp120 Miliar

0

RILITAS.COM, Tangerang – Guna melayani kebutuhan listrik masyarakat, PT PLN (Persero) terus meningkatkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Kali ini Perseroan tengah memulai pembangunan gardu induk teknologi gas (Gas Insulated Switchgear/ GIS) berdaya 150 kilovolt (kV) dan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Suvarna Sutera Incomer.

“Pembangunan infra struktur ini, khususnya untuk memperkuat pasokan listrik di Suvana Sutera. Ini salah satu pengembang perumahan yang besar,” ujar General Manajer PLN Unit Induk Pembangunan Interkoneksi Sumatera Jawa (UIP ISJ) Mayarudin di sela doa bersama dimulainya pembangunan GIS 150 kV dan SUTT 150 kV Suvarna Sutera di Sindang Asih, Tangerang, Banten.

Menurut dia, investasi pembangunan GIS dan SUTT Suvarna Sutera mencapai Rp120 miliar. Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut seluruhnya ditanggung PLN. “Kami menargetkan pembangunannya bisa selesai Desember tahun ini. Target ini lebih cepat dari rencana awal bisa energize April 2019,” katanya. Dia mengatakan, kapasitas listrik tersebut dialirkan melalui transmisi interkoneksi Cikupa-Balaraja disalurkan melalui SUTT 150 kV dan GIS 150 kV Suvarna Sutra.

Total kapasitas listrik secara keseluruhan mencapai 120 megavolt ampere (MVA) disalurkan melalui jaringan tegangan menengah 20 kV dengan 2 unit trafo 150/20 kV. Dengan kapasitas listrik sebesar itu, nanti selain untuk memasok kawasan perumahan Suvarna Sutera, kapasitas daya listriknya juga akan digunakan untuk memperkuat pasokan listrik di kawasan industri Banten.

“Untuk kebutuhan listrik perumahan sendiri tahap pertama kurang lebih 30 MVA. Selebihnya akan digunakan untuk memperkuat kelistrikan di Banten,” katanya. Dia memastikan tidak ada kendala pembebasan tanah dalam membangun GIS dan SUTT Suvarna Sutera. Pasalnya, untuk kebutuhan tanahnya telah di sediakan pengembang Suvarna Sutera.

“Sehingga PLN tinggal membangun infrastrukturnya saja. Untuk tanahnya sen diri sudah dihibahkan oleh pengembang. Jadi, urusan tanah tidak ada kendala apapun,” kata dia. Dia menambahkan, terkait tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang diserap untuk pembangunan proyek GIS dan SUTT tersebut, yaitu sebesar 20-25%. Selebihnya komponennya masih diimpor dari luar negeri. Pada kesempatan sama, Kepala Divisi Kontruksi PLN Hendrison Lumbanraja mengungkapkan, pembangunan infrastruktur ini merupakan komitmen PLN untuk terus meningkatkan daya pasok dan keandalan sistem.

“Diharapkan dengan beroperasinya gardu induk ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekitar, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Dia menuturkan, pembangunan infrastruktur kelistrikan ini merupakan bagian dari program 35.000 MW. Pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut, kata dia, untuk memenuhi pertumbuhan beban di daerah Tangerang dan sekitarnya serta meningkatkan keandalan sistem.

“Untuk itu, di butuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat agar pembangunan ini bisa terlaksana dengan efektif dan efisien,” katanya.

Camat Sindang Jaya Supriyadinata menyatakan kesiapannya mendukung pembangunan infrastruktur listrik khususnya di daerahnya di Tangerang. Pasalnya, listrik merupakan energi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi, kata dia, Tangerang merupakan wilayah pertumbuhan konsumsi listrik yang pesat. Karena selain industri, juga banyak dibangun kawasan perumahan oleh para pengembang. “Kami atas nama pemerintah daerah mendukung investasi yang dilakukan PLN. Mudah-mudahan dengan dibangunnya sarana ini, pasokan kebutuhan listrik masyarakat semakin maksimal,” ujarnya. (nang/ok)

LEAVE A REPLY