Kasus Korupsi, Mantan PM Bangladesh Dipenjara Lima Tahun

0
Mantan PM Bangladesh Khaleda Zia. (Foto: Star file photo)
Mantan PM Bangladesh Khaleda Zia. (Foto: Star file photo)

RILITAS.COM, Internasional – Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Khaleda Zia telah ditetapkan bersalah atas dakwaan melakukan korupsi. Ia dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun.

Di tengah pengamanan ketat, Hakim Md Akhtaruzzaman pada Pengadilan Khusus-5 di Dhaka membacakan putusan setebal 632 halaman pada Kamis (8/2/2018) sore. Dikutip dari Antara dan Xinhua, pengadilan juga menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun masing-masing kepada lima orang lainnya, termasuk putra Khaleda Zia, Tarique Rahman.

Menteri Kehakiman Anisul Haq mengatakan kepada para wartawan bahwa “dia (Khaleda Zia) akan berakhir di penjara hari ini.” Ia mengatakan Khaleda Zia bisa mengajukan banding ke Mahkamah Agung terhadap vonis hakim tersebut.

Menjelang pembacaan putusan kasus korupsi yang melibatkannya, Zia pada Rabu kembali menyatakan tidak bersalah atas dakwaan tersebut.

Kasus itu diajukan pada Juli 2008. Zia dan lima orang lainnya, termasuk putranya yang juga wakil presiden senior BNP Tarique Rahman, didakwa menggelapkan dana lebih dari 20 juta taka (Rp3,2 miliar) dari sumbangan luar negeri untuk Yayasan Yatim Piatu Zia dalam masa jabatan Zia sebagai perdana menteri pada 2001-2006.

Zia sering mengatakan bahwa permusuhan politik merupakan penyebab kemunculan kasus yang menimpa putranya pada masa pemerintahan perdana menteri Bangladesh yang sedang berkuasa saat ini, Sheikh Hasina.

Mengutip laporan Al Jazeera, selain Zia dan Rahman, empat lainnya yang dijatuhi hukuman penjara adalah mantan legislator Quazi Salimul Haq, mantan sekretaris Zia, Kamal Uddin Siddqiue, keponakan Zia Mominur Rahman dan pengusaha Sharfuddin Ahmed.

Dengan putusan bersalah ini, kemungkinan Zia untuk maju dalam pemilihan umum tahun depan dilarang menurut aturan perundang-undangan Bangladesh.

Mengenakan sari dan syal berwarna krem, serta kacamata hitam, Zia disebut tampak tenang saat mendengarkan putusan. Usai dijatuhi hukuman ia dibawa ke Woman Cell and Daycare Center di penjara Dhaka Central. (rah)

LEAVE A REPLY