9 Jenis Vaksin yang Masih Diperlukan Orang Dewasa

0

RILITAS.COM, Kesehatan – Untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai macam penyakit, diperlukan upaya pencegahan sejak dini, salah satunya dengan melakukan vaksinasi. Belakangan ini memang tengah digalakkan vaksinasi untuk anak. Namun jangan salah, orang dewasa juga masih memerlukan vaksin.

Sayangnya, kesadaran diri orang dewasa untuk melakukan vaksin masih sangat rendah. Padahal, dengan vaksin mereka bukan hanya melindungi diri sendiri, namun juga dapat mencegah penyebaran penyakit terhadap orang lain.

Di Indonesia sendiri terdapat lima jenis vaksin yang secara rutin wajib diberikan setelah lahir. Kelimanya adalah hepatitis B, BCG untuk mencegah tuberkulosis (TBC), polio, MR untuk rubella serta DPT untuk difteri, pertusis dan tetanus.

Jika Anda belum mendapatkan vaksin tersebut sewaktu kecil, sebaiknya segera lakukan vaksinasi. Namun bila sudah mendapatkan kelima vaksin di atas, Anda dapat melakukan vaksinasi lainnya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit berbahaya lainnya.

Lakukan vaksinasi ini saat dewasa

Meski saat tumbuh dewasa sistem kekebalan tubuh manusia telah menjalankan fungsinya dengan baik, namun terkadang gaya hidup yang tidak sehat dapat membuat benteng perlindungan tersebut runtuh. Itulah sebabnya setelah beranjak dewasa Anda masih membutuhkan vaksin.

Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin yang masih dibutuhkan orang dewasa untuk menjaga sistem kekebalan tubuhnya:

  1. Vaksin HPV

Vaksinasi HPV dilakukan untuk mencegah penyakit kanker serviks. Penyakit ini disebabkan oleh Human Papiloma Virus yang ditularkan melalui hubungan seksual. Vaksin HPV sangat penting bagi wanita, karena di Indonesia sendiri angka kejadian penderita kanker serviks sangat tinggi.

Vaksin dianjurkan untuk diberikan sebelum ada kontak hubungan seksual. Namun, jika sudah ada riwayat hubungan seksual, Anda disarankan untuk melakukan pap smear terlebih dahulu.

  1. Vaksin Influenza

Vaksinasi influenza sebaiknya dilakukan jika Anda sering mengalami flu. Jenis vaksin ini diberikan satu tahun sekali.

  1. Vaksin varisela

Untuk mencegah penyakit varisela (cacar), dan vaksinasi disarankan dilakukan pada orang yang belum pernah terkena cacar air sekalipun.

  1. Vaksin hepatitis A

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis A yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh virus. Orang yang pernah berhubungan seksual melalui anus juga disarankan juga untuk mendapatkan vaksin ini. Jika tidak, virus akan masuk ke dalam hati dan menimbulkan peradangan pada sel hati.

  1. Vaksin tifoid

Vaksin ini diberikan untuk mencegah demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan penyakit tifus. Vaksin ini melindungi Anda dari infeksi bakteri Salmonella yang menyerang saluran pencernaan.

  1. Vaksin pneumokokus (PCV)

Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) ini diberikan untuk mencegah pneumonia. Ini adalah penyakit radang paru yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyerang saluran pernapasan bagian bawah.

Penyakit ini sering terjadi pada orang dewasa dan risikonya bisa semakin tinggi pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Begitu juga dengan orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

  1. Vaksin meningitis

Vaksin ini diberikan untuk memberikan perlindungan dari infeksi penyakit meningitis saat bepergian ke negara Arab Saudi. Saat akan melakukan ibadah haji atau umroh, Anda juga wajib mendapatkan kekebalan dari vaksin ini.

  1. Vaksin demam kuning

Vaksin ini mungkin tidak sepopuler vaksin lainnya. Namun, menurut situs Kementerian Kesehatan RI, data WHO yang dikumpulkan sejak 1 Desember 2016 sampai 14 Februari 2017 mencatat 1.230 kasus infeksi demam kuning.

Meski belum merambah Indonesia, Kementerian Kesehatan RI tetap menghimbau orang dewasa untuk melakukan vaksinasi menangkal demam kuning, terutama jika Anda ingin bepergian ke negara Afrika atau Amerika Selatan.

  1. Vaksin difteri dan tetanus (Dt)

Jika sejak kecil Anda belum pernah mendapatkan imunisasi tetanus dan difteri, sebaiknya segera lakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit yang sebelumnya pernah menjadi wabah di Indonesia ini.

Perbedaan antara Dt yang diberikan pada anak dan orang dewasa terletak pada dosis yang diberikan. Vaksin ini pun harus diberikan atau diulang setiap 10 tahun.

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan vaksinasi. Tubuh orang dewasa yang sehat pun tetap memerlukannya agar terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya. (np/rh)

Sumber: Klik Dokter

LEAVE A REPLY