Pemprov Banten Genjot Prestasi Olahraga

0
Kadispora Banten Deden Apriandhi. (Foto: Dok. Pribadi/Facebook)

RILITAS.COM, Serang – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten terus berupaya meningkatkan prestasi dibidang olahraga. Hal ini karena terus berkembangnya potensi para atlet mereka. Bahkan, Pemerintah Provinsi Banten pun saat ini tengah menyeleksi bibit-bibit pesepak bola.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Deden Apriandhi mengatakan, prestasi olahraga Banten di level Pekan Olahraga Nasional (PON) termasuk bagus. Mereka mampu menempati urutan ke-13 perolehan medali, dan itu menunjukkan bahwa Banten memiliki potensi luar biasa di bidang olahraga. “Bahkan, untuk urutan tingkat prestasi pelajar, Banten masuk dalam urutan ke-7 nasional, dan level mahasiswa masuk urutan ke-13,” kata Deden kemarin.

Melihat potensi besar dari para pelajarnya, Deden menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai pengembangan di bidang itu. Salah satunya, Pemprov membuat pelatihan dasar jangka panjang untuk para atlet Provinsi Banten.

“Hanya memang fasilitas olahraga di Banten masih belum memadai. Harapannya, jika sudah memiliki venue setingkat nasional, ini bisa meningkatkan prestasi,” kata Deden.

Karena itu, tak heran jika para atlet asal Banten akhirnya banyak yang berlatih di Jakarta, termasuk di kampuskampus swasta yang memiliki sarana olahraganya berstandar nasional.

“Kalau di kampus-kampus kan waktu latihannya terbatas karena berebut dengan mahasiswa. Tapi kalau kita punya sendiri kawasan olahraga, hal itu tidak perlu terjadi lagi,” katanya.

Deden menyebutkan beberapa cabang olahraga yang menonjol di Banten adalah gulat, karate, menembak, panahan, dan silat. Bahkan, silat akan terus dikembangkan hingga bisa merebut medali emas di PON.

Saat pekan olahraga pelajar beberapa waktu, cabang silat mampu menyumbangkan medali emas. Provinsi Banten sendiri saat ini memang akan segera membangun sarana olahraga. Namun, targetnya baru stadion utama. “Tapi mudah-mudahan kalau stadion sudah jadi, venue lainnya dapat segera dibangun,” katanya.

Yang menarik, Provinsi Banten sendiri terus melakukan pembinaan olahraga lewat Pusat Pelatihan Pelajar untuk atlet SMP dan SMA.

“Mereka mendapatkan asrama, sekolah gratis, dan lain-lain. Namun untuk kapasitasnya, baru untuk 30 orang,” terangnya.

Sementara terkait atlet sepak bola, hingga saat ini masih dalam penyelesaian seleksi terhadap 25 orang. Mereka yang lolos seleksi akan menandatangani kontrak, dan mereka akan tampil membela nama Provinsi Banten.

“Mereka akan mendapatkan fasilitas seperi uang pembinaan, dan dilakukan pelatihan selama enam bulan. Setelah dalam proses berjalan maka 25 orang ini akan diserahkan ke gubernur Banten,” katanya.

Deden menegaskan, yang dilakukan Provinsi Banten ini bukanlah membangun klub sepak bola, melainkan membentuk tim sepak bola seperti cabang olahraga lainnya. Kalau membentuk klub, jelas tidak boleh dibiayai APBD. “Sekarang ada simpang siur Banten membuat klub, padahal yang kita buat tim sepak bola biasa yang dilatih selama enam bulan,” kata Deden. (sin/red)

LEAVE A REPLY