Perdagangan Bebas Indonesia-Australia Efektif 2020

0
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.(Foto:Dok/Net)

RILITAS.COM, Serang – Indonesia dan Australia sepakat untuk mempercepat proses ratifikasi kesepakatan perdagangan bebas atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Percepatan ratifikasi menjadi salah satu poin pembicaraan saat Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita bertemu Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Simon Birmingham di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri G20 di Tsukuba, Jepang,  Minggu (9/6).

“Kami targetkan proses ratifikasi selesai tahun ini dan IA-CEPA bisa diimplementasi kan tahun depan,” ujar Enggartiasto melalui keterangan resminya.

Ia memastikan, jika telah terimplementasi penuh, Indonesia-Australia CEPA akan semakin mempercepat peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Dunia usaha pun terus mendorong agar kami bisa segera menyelesaikan proses ratifikasi karena mereka sangat antusias,” tuturnya.

Selain membahas IA-CEPA, bersama Simon Birmingham, Enggartiasto juga mendiskusikan perihal negosiasi Regional­ Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang masih berlangsung antara 16 negara anggota.

Negosiasi komitmen perdagangan bebas yang diluncurkan pada November 2012 itu tidak kunjung selesai lantaran tiap-tiap negara memiliki kepentingan sendiri.

“Kita minta Australia fleksibel, tidak terlalu tinggi permintaannya. Selain itu, tidak mudah juga menjembatani semua negara,” jelasnya.

Sebelumnya, Indonesia juga telah mencapai kesepakatan dengan Cile. Perjanjian kerja sama antara kedua negara akan berlaku pada Agustus mendatang. Rencananya Wakil Menteri Luar Negeri Cile Rodrigo Yanez Benitez akan berkunjung ke Indonesia untuk melaksanakan pertukaran dokumen yang merupakan bagian dari proses ratifikasi.

Komisi VI DPR RI  juga menyetujui kesepakatan kerja sama dagang Indonesia dengan Cile itu. Pemerintah akan meratifikasi IC-CEPA melalui peraturan presiden (perpres).

Kerja sama dengan Cile pun akan membuka pasar di kawasan Amerika Selatan.  Ekspansi pasar ke Amerika Selatan dinilai sebagai langkah yang tepat. Letak geografis yang jauh membuat perdagangan Indonesia ke Amerika Selatan masih kecil.

Data Kemendag menunjukkan nilai perdagangan Indonesia-Cile pada 2018 sebesar US$274,1 juta. Indonesia menikmati surplus US$43,87 juta.(Mi)

LEAVE A REPLY