Iran Tuding Saudi Tak Pedulikan Keamanan Penyelenggaran Haji

0
Iran mengklaim Saudi tak memperhitungkan risiko keamanan dalam penyelenggaraan ibadah haji setelah insiden Mina tahun lalu. (Reuters/Ahmad Masood)
Iran mengklaim Saudi tak memperhitungkan risiko keamanan dalam penyelenggaraan ibadah haji setelah insiden Mina tahun lalu. (Reuters/Ahmad Masood)

RILITAS.COM, Internasional – Kepala Organisasi Haji Iran menuding Arab Saudi sengaja mengecualikan warga Iran untuk menunaikan ibadah haji tahun ini dan menolak untuk mendiskusikan keamanan setelah insiden Mina tahun lalu.

Puluhan ribu warga Iran biasanya ikut serta dalam ibadah haji, namun tahun ini negara itu tidak mengirimkan jemaah hajinya ke Saudi, setelah dialog kedua negara mandek pada Mei lalu.

“Bagaimana Anda akan mengundang 1,5 juta jemaah haji dan tidak membiarkan diri Anda untuk memikirkan soal keamanan?” kata Said Ohadi, kepala Organisasi Haji Iran.

Pemerintah Iran mengatakan warganya paling banyak menjadi korban dalam insiden Mina tahun lalu.

AFP menyebut total sebanyak 2.300 orang tewas dalam insiden Mina saat jemaah menunaikan ibadah haji tahun lalu, namun Iran mengatakan bahwa korban tewas jumlahnya lebih banyak.

“Tujuh ribu orang menjadi martir, tewas, dari 39 negara,” kata Ohadi.

Saudi mengatakan jumlah korban tewas sebanyak 769 orang, namun tidak mempublikasikan detail dari investigasi yang dilakukan terkait insiden Mina.

Ohadi mengatakan bahwa dalam dialog terakhir, Saudi menuntut jemaah haji asal Iran “tidak bisa melakukan kontak dengan Muslim dari negara lain.” Padahal, kata dia, Al-Quran menekankan pentingnya membaur dengan Muslim dari seluruh dunia saat menunaikan ibadah haji.

Menurutnya, Mohammed Bentin, menteri haji Iran, khawatir jemaah Iran berupaya untuk memengaruhi jemaah haji lain untuk berpindah menganut ajaran Syiah.

“Saya katakan, menteru, ini sungguh lucu. Jika Anda tidak siap untuk menerima orang Iran, jujur dan transparan saja bahwa Anda tidak akan mengizinkan porang Iran. Mengapa? Karena Anda takut mereka akan mengekspos apa yang terjadi tahun lalu.

Saudi, di lain pihak, mengatakan bahwa Teheran membuat tuntutan “yang tidak bisa diterima” dalam dialog itu, termasuk hak untuk melakukan demonstrasi “yang akan menyebabkan kekacauan.”

Saudi, kata Ohadi, “yakin bahwa mereka merupakan pemilik—Mekkah dan Madinah adalah properti mereka. Tidak—itu adalah milik umat Islam.” (stu/cnn)

LEAVE A REPLY