Ini Penyebab Maraknya Calon Tunggal

0

RILITAS.COM, Jakarta – Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan salah satu penyebab maraknya calon tunggal di pilkada serentak adalah syarat pencalonan yang berat. Persyaratan tersebut, kata Pramono membuat tidak banyak bakan calon kepala daerah yang mendaftar ke KPU.

“Kalau kita mau jujur, kan ini ada faktor syarat pencalonan yang makin berat,” ujar Pramono saat konferensi pers di Ruangan Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Rabu (10/1/2018) malam.

Pramono menyebutkan syarat yang berat tersebut, antara lain, untuk jalur parpol, dari 15 persen kursi di DPRD, kemudian naik menjadi 20 persen kursi. Begitu juga, kata dia untuk syarat calon perseorangan, yang semula hanya mengumpulkan dukungan sebanyak 3,5 persen sampai 6 persen, menjadi 6-5 persen sampai 10 persen.

“Lalu juga kewajiban PNS, DPR, DPD dan DPRD untuk undurkan diri, kalau dulu hanya cuti. Maka ini (fenomena calon tunggal) adalah akumulasi dari berbagai syarat yang dinilai cukup berat sebagai calon di pilkada,” terang dia.

Menurut Pramono, fenomena adanya calon tunggal merupakan suatu keprihatinan bagi rakyat Indonesia. Pasalnya, ada kontestasi yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon.

“Saya kira kan ini jadi keprihatinan banyak pihak bahwa ada yang jadi kontestasi dan kandidat dan jadi arena satu paslon sehingga esesnsi dari kontestasi politik menjadi nihil,” tandas dia.

Sementara komisioner KPU yang lain Ilham Saputra mengatakan bahwa pihaknya tidak memaksa untuk tidak ada calon tunggal. KPU, kata dia hanya bisa melakukan kampanye agar semua pihak ikut serta dalam pilkada.

Ilham menyebut belasan daerah berpotensi calon tunggal. Dia menyebut beberapa di antaranya, 3 daerah di Provinsi Banten, yakni Kota Tangerang, kabupaten Tangerang dan kabupaten Lebak; satu daerah di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Karanganyar; satu daerah di Sulawesi Utara, yakni Minahasa Tenggara dan satu daerah di Sumatera Selatan, yakni Prabumulih.

Terkait daerah yang calon tunggal ini, kata Ilham, bakal dibuka kembali waktu pendaftaran. Sebelum pendaftaran dibuka lagi, kata dia KPU akan melakukan sosialisasi selama tiga hari untuk mendorong paslon atau parpol yang belum mendapatkan dukungan untuk mendaftar kembali.

“Kemudian, tiga hari lagi akan kita berikan jadwal penerimaan calon tadi. Nah kalau tidak ada sampai batas waktu yang ditentukan, maka hanya ada satu calon,” tutur dia.

Berdasarkan data yang diupdate dari infopemilu.kpu.go.id, pada Pukul 00.00 WIB, terdapat 547 bapaslon yang mendaftar di 167 daerah dari 171 daerah yang menyelenggara pilkada serentak 2018. Jumlah pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang mendaftar sebanyak 57 pasangan, paslon bupati-wakil bupati 358 paslon dan paslon walikota-wakil walikota 132.

Sementara paslon yang maju melalui jalur parpol sebanyak 422 paslon dan yang melalui jalur perseorangan sebanyak 125 paslon.

Dari 167 daerah, yang berpotensi calon tunggal terdapat di 16 daerah, dua paslon yang mendaftar di 33 daerah, tiga paslon mendaftar di 53 daerah, empat paslon mendaftar di 38 daerah, lima paslon mendaftar di 15 daerah, enam paslon mendaftar di 6 daerah, dan lebih dari tiga paslon mendaftar di 6 daerah. (bs/yus)

LEAVE A REPLY