Kumandang Minta Pemkab Pandeglang Serius Atasi Persoalan Banjir di Selatan

1
Ribuan rumah di Panimbang terendam banjir
Ribuan rumah di Panimbang terendam banjir. (Foto: Deden)

RILITAS.COM, Pandeglang – Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiwa Pandeglang Banten (Kumandang) meminta  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang agar serius memprioritaskan penanggulangan banjir di Pandeglang Selatan yang sering terjadi dari tahun ke tahun.

“Kami ingin sekali mengetahui tindak lanjut dari penanggulangan banjir yang selama ini melanda daerah Panimbang dan sekitarnya, mengingat masalah banjir di daerah ini sudah terlalu sering terjadi. Dari periode ke periode kepemimpinan di Pandeglang permasalahan ini tak kunjung terpecahkan,” ujar Ketua Umum Kumandang Banten, Yusuf Indrajat, melalui rilisnya, Minggu (11/2/2018).

Dikatakannya, banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan persoalan banjir ini. “Saat kami melakukan beberapa kunjungan di daerah selatan banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan. Kondisi yang betul-betul perlu segera ditanggulangi adalah di wilayah Panimbang tepatnya di Desa Gombong,” ungkapnya.

“Pemkab dan masyarakat satu sama lain harus sinergi dalam mengatasi persoalan banjir ini agar  segera ditanggulangi dengan langkah konkrit pemerintah dan masyarakat sesuai tanggung jawab dan porsinya masing – masing,” pungkasnya.

Sementara menurut ketua rukun warga 03 Desa Gombong, Usup, mengungkapkan kampung yang rumahnya sering terendam banjir yaitu Kampung Nyandung (RT/01), Kampung Jatok Lama Sukatani (RT/02), dan Kampung Jatok Baru Sukatani (RT/03). “Yang paling parah terkena banjir ketika curah hujan tinggi dan terus menerus adalah kampung Jatok Lama Sukatani (RT/02). Karena letaknya hampir ada disamping sungai yang galiannya dangkal dan sempit. Ada sekitar seratus dua puluh lima kepala keluarga yang menetap di desa tiga kampung ini,” katanya.

Usup juga mengungkapkan, Pemkab Pandeglang sendiri pernah melakukan beberapa pengecekan, namun sudah terhitung cukup lama. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah hampir bertahun-tahun yang lalu Pemkab sudah mendapatkan data berdasarkan pengecekan tersebut, dan kajian untuk meneliti mengenai upaya untuk penggalian sungai dan pelebaran sungai.

“Tinggal pada tahap realisasi saja seharusya, untuk kembali menggali sungai dan melebarkan sungai. Namun warga tak kunjung mendapatkan kepastian tentang ini, entah apa yang terjadi yang pasti warga menunggu kejelasan dan berharap agar pemerintah ekstra cepat dalam menanggulangi resiko banjir yang diterima setiap musim penghujan di Desa Gombong Kecamatan Panimbang ini,” katanya.

Diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun, Desa Gombong, Kecamatan Panimbang, Banten adalah salah satu dari sekian banyak desa lainnya di Kecamatan Panimbang yang paling sering dilanda banjir. Selain dekat dengan hilir sungai yang airnya mengalir langsung ke laut, desa yang terbagi dari tiga kampung ini merupakan dataran rendah yang memang selalu mendapatkan kiriman air dari bantaran sungai sekitar. Desa ini sering mengalami kebanjiran sebanyak sembilan kali bahkan bisa sampai empat belas kali banjir dalam setahun, tentu hal ini menyesuaikan dengan curah hujan yang terjadi setiap tahunnya.

Banjir yang sering terjadi di daerah ini merupakan banjir yang berasal dari Sungai Seledengen yang diwali dari dua aliran hulu sungai diatasnya, yang bernama Sungai Cirodok dan Cikaung. Kedua sungai tersebut beberapa tahun terakhir pernah sampai dua kali digali dan di perlebar, sehingga sungai dapat menampung debit air dengan maksimal. Kendati demikian, ketika kedua sungai ini bertemu di satu aliran sungai menuju hilir yang bernama Sungai Seledengan diujung pembuangan ke laut, justru malah semakin lama semakin dangkal, sehingga inilah yang menyebabkan air tertahan dan luber ke pedesaaan dibantaran sungai. Selain itu aliran sungai yang berliuk – liuk membentuk huruf “S” menjadi faktor lainnya dari terhambatnya aliran air yang mengalir. (rls/cup)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY