Layanan Bagasi Di T3 Soekarno-Hatta Diperbaiki

0
Ilustrasi Gambar artistik T3 Bandara Soekarno-Hatta.(Foto:Dok/Net)

RILITAS.COM, Jakarta – Anda pernah mempunyai masalah terkait bagasi saat mendarat di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta? anda tidak sendirian. Banyak penumpang yang mengeluh terkait penanganan bagasi di terminal ini. Misalnya saja terkait waktu tunggu pengambilan bagasi, bagasi yang rusak. Bahkan ada juga isi bagasi yang dicuri oleh oknum groundhandling.

Banyaknya keluhan terkait bagasi penumpang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta agaknya membuat risih pengelola bandara ini. Perbaikan sistem penanganan bagasi penumpang di terminal terbesar di Indonesia ini pun dilakukan.

Angkasa Pura II sebagai pengelola terminal 3 mengimplementasikan sistem penanganan layanan bagasi yang transparan.  Transparansi layanan penanganan bagasi dilakukan melalui digitalisasi. Yakni pengoperasian sistem teknologi informasi baggage handling time monitoring system yang pengaturannya dilakukan melalui aplikasi internal AP II yaitu iPerform. Serta pemasangan CCTV di area penempatan bagasi ke baggage handling system.

Saat ini di terminal 3 domestik telah terpasang  2 layar monitor di setiap conveyor belt pengambilan bagasi. Monitor ini  berguna untuk menampilkan informasi perkiraan kedatangan bagasi dan video cctv secara langsung (live) yang memperlihatkan proses pengantaran bagasi oleh crew groundhandling ke baggage handling system. Adapun, rata-rata per hari bagasi yang ditangani melalui baggage handling system di terminal 3 domestik sekitar 12 ribu koli hingga 15 ribu koli dengan jumlah 350 pergerakan pesawat.

Melalui baggage handling time monitoring system, penumpang dapat memantau apakah waktu proses penanganan sesuai dengan ketentuan PERMENHUB No. 178/2015 tentang Standar Pelayanan Pengguna Jasa Bandar Udara. Yakni bagasi pertama yang tiba di baggage claim area paling lama 20 menit dari pesawat merapat ke terminal dan paling lama 40 menit. Sementara itu dipasangnya CCTV juga memungkinkan penumpang memantau penanganan bagasi dengan baik, cepat, dan aman.

Direktur Utama  AP II,  Muhammad Awaluddin mengatakan, “Di setiap conveyor belt yang ada di baggage claim area telah dipasang monitor agar penumpang dapat memantau waktu dan cara penanganan bagasi. Kami berharap upaya transparansi penanganan layanan bagasi ini akan berdampak kepada peningkatan kualitas pelayanan kepada penumpang pesawat.”

Menurut Awaluddin, AP II menjadikan Terminal 3 sebagai proyek percontohan digitalisasi bandara sehingga transparansi penanganan layanan bagasi terlebih dahulu dilakukan di sana. Ke depannya transparansi penanganan layanan bagasi ini juga akan diimplementasikan di Terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta bandara-bandara lain di bawah pengelolaan AP II.

Penerapan transparansi layanan penanganan bagasi di terminal 3 ini melengkapi layanan berbasis digital lain yang terlebih dulu ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Seperti Digital Cinema, Smart Parking, Smart Queuing System untuk taksi, Digital Baggage Handling System, Self-Service Check-in, Wifi berkecepatan tinggi, serta aplikasi Indonesia Airports yang saat ini dapat diakses melalui smartphone android dan kedepannya juga melalui iOS.(Ang)

LEAVE A REPLY