Kapal Perang Dekati Pulau Sengketa, Jepang Protes China

0
Jepang memprotes China karena kapal perangnya mendekati pulau yang disengketakan bersama, Kamis (11/1). (Reuters/Kyodo/File Photo)
Jepang memprotes China karena kapal perangnya mendekati pulau yang disengketakan bersama, Kamis (11/1). (Reuters/Kyodo/File Photo)

RILITAS.COM, Internasional – Jepang resmi mengajukan protes kepada China setelah mendapati kapal perang Negeri Tirai Bambu itu berlayar mengelilingi Kepulauan Senkaku di Laut China Timur. China yang juga mengklaim pulau tersebut menamakannya Pulau Diaoyu.

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Shinsuke Sugiyama, memanggil Duta Besar China, Cheng Yonghua.  Sugiyama menyatakan keberatan Tokyo atas manuver Beijing yang pertama dalam setahun terakhir tersebut.

“Wamenlu Sugiyama menyatakan protes dan keprihatinan serius kepada China. Beliau juga mendesak agar China tidak merusak hubungan Beijing dan Tokyo,” tulis pernyataan Kemlu Jepang yang dikutip AFP, Kamis (11/1/2018).

Angkatan Laut Jepang mendeteksi keberadaan kapal perang frigat Jiangkai II milik China berlayar di Kepulauan Senkaku, Kamis (11/1). Baik Cina maupun Jepang mengklaim pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang Go Yamaguchi, mengatakan sebuah kapal selam yang tidak diketahui benderanya juga sempat terdeteksi memasuki perairan dekat pulau-pulau yang disengketakan tersebut.

“Kami memantau kapal itu dan mengirimkan pesan kepada mereka bahwa mereka telah memasuki perairan yang bersebelahan dengan wilayah Jepang,” ucap Yamaguchi.

Kepala Kabinet Pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan negaranya terus memantau pergerakan kedua kapal asing itu. Dia tidak menjelaskan secara detail soal keberadaan kapal selam tersebut.

Kedua kapal perang itu meninggalkan perairan kepulauan itu pada sore harinya.

“Kami menangani hal ini secara tegas karena pemimpin Jepang dan China telah berjanji memperbaiki hubungan bilateral kedua negara,” kata Suga.

Relasi Tokyo dan Beijing terbilang kompleks dan sempat berada di titik terburuk pada 2012 lalu.

Sejak itu, dua ekonomi raksasa Asia itu mengambil langkah bertahap untuk meredam ketegangan diantara keduanya. (nat)

LEAVE A REPLY