Pemkab Pandeglang Kembangkan Pariwisata Perdesaan

0
Desa Wisata Paniis di Pinggir Taman Nasional Ujung Kulon. (Foto: WWF Indonesia)

RILITAS.com, PandeglangUntuk menarik wisatawan, pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pandeglang mengembangkan Pariwisata berbasis perdesaan potensial.

“Kita terus mencari objek wisata baru, dan yang berpeluang untuk dikembangkan yakni pariwisata berbasis perdesaan,” kata Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Imron Mulyana di Pandeglang, Minggu (13/3/2016).

Imron menjelaskan, pariwisata berbasis perdesaan yakni memanfaatkan potensi yang ada di desa untuk kegiatan wisata. Jadi bisa saja pertanian, perkebunan ataupun peternakan. Sebagai contoh, kata dia, pusat peternakan domba terpadu di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut serta Kampung Kerbau di Cibarani, bisa dijadikan lokasi pariwisata.

Selain itu, juga kegiatan penanaman terumbu karang di Kampung Paniis dan pembuatan patung badak yang dilakukan warga Kampung Cilibung, Kecamatan Sumur. “Untuk kampung Paniis dan Cilibung memang sudah ditetapkan sebagai tujuan wisata, sedangkan Cinyurup dalam pengkajian, namun sebenarnya selama ini ada saja pengunjung yang datang,” ujarnya.

Menurut dia, pembentukan kampung wisata terumbu karang tersebut, berawal dari World Wildlife Fund (WWF) yang membina warga Kampung Paniis supaya mempunyai kegiatan dan dapat tambahan penghasilan. Kemudian, pada 2002 WWF mengajak warga untuk menanam terumbu karang dan jenis biota laut lainnya di sekitar pantai dekat permukiman tersebut.

“Pada 2005 WWF merangkul Disbudpar dan sejak itulah Paniis dijadikan sebagai kampung wiasta terumbu karang,” katanya.

Sedangkan Kampung Cilibung dijadikan sebagai kampung kerajinan patung badak, karena ada kelompok perajin pembuatan patung badak bercula satu (badak jawa) yang berhan baku kayu serta dibatik. (Red/Ant)

LEAVE A REPLY