Perhatikan Ini agar Tidak Kesasar di Madinah

0
Masjid Nabawi. (Foto: Dok/Net)

RILITAS.com, Madinah – Hingga hari keempat, kota Madinah kini makin ramai, sejak kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia. Keramaian terutama terpusat di kawasan sekitar Masjid Nabawi.

Masjid yang dibangun Rasulullah SAW itu selalu menjadi tujuan jemaah saat musim haji 2016. Meski bukan merupakan bagian dari prosesi haji, keutamaan salat di Masjid Nabawi, berziarah ke makam Rasulullah, dan bisa menjalankan arbain, sepertinya tak akan disia-siakan jemaah.

Namun, di tengah mulai sesaknya Kota Nabi, di lansir dari laman VIVA.co.id, beberapa jemaah haji Indonesia kesasar dan kebingungan menuju pemondokan. Kondisi ini berawal saat jemaah keluar dari masjid.

Saat keluar masjid, jemaah tidak melalui pintu di mana mereka masuk. Setelah keluar masjid, jemaah biasanya baru sadar, mereka tidak melalui pintu saat pertama kali masuk masjid.

Jumlah pintu masjid yang cukup banyak semestinya diperhatikan betul para jemaah. Upaya ini perlu, agar jemaah tidak keliru, di pintu mana mereka semestinya keluar.

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Madinah, Maskat, memberikan tips sederhana agar jemaah tidak kesasar.

Pertama, jemaah disarankan meminta kartu nama hotel tempat menginap. Pihak hotel biasanya tidak serta merta memberikan kartu nama hotel.

“Jadi, sebaiknya jemaah yang proaktif minta kartu nama hotel itu,” kata Maskat, Jumat (12/8/2016).

Kedua, saat pergi ke masjid, jangan lupa menghafalkan nomor pintu masuk atau pagar. Upaya ini penting, agar jemaah saat keluar masjid nantinya juga melalui pintu yang sama.

Ketiga, senantiasa menghubungi atau mendatangi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di sekitar Masjid Nabawi jika kesulitan menemukan arah jalan ke pemondokan.

Selanjutnya, yang keempat, jika jemaah telanjur keluar areal masjid, dan kebingungan mencari hotel tempat menginap, sebaiknya kembali lagi ke masjid. Setiba di masjid, sedapat mungkin segera temukan petugas, agar bisa diantarkan pulang ke pemondokan.

Menurut Maskat, kasus jemaah kesasar biasanya karena faktor usia dan pendidikan. “Yang jelas, untuk masalah jemaah tersesat atau kesasar, petugas yang akan menyelesaikan,” tuturnya. (Viva)

LEAVE A REPLY