Pajak dan Zakat Penghasilan

0

RILITAS.COM, Opini – Pajak adalah kewajiban bernegara sedangkan Zakat merupakan salah satu kewajiban beragama. Dalam Al-Qur’an ada 83 ayat yang menyebutkan tentang zakat yang dirangkaikan dengan shalat, diantaranya:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

(Surat Al-Baqarah: 43)

Zakat penghasilan (profesi) harus dibayarkan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau LAZ (Lembaga Amil Zakat). Sama dengan pajak penghasilan, zakat penghasilan adalah zakat yang diwajibkan karena penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi. Negara mengakomodir perlakuan zakat sebagai PENGURANG penghasilan kena pajak atau penghasilan bruto sebagaimana diatur dalam undang-undang pajak penghasilan yakni undang-undang nomor 36 tahun 2008, undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan Zakat,  peraturan pemerintah nomor 60 tahun  2010 serta turunannya dalam peraturan menteri keuangan dan edaran dirjen pajak.

Menurut ketentuan perundang – undangan, zakat penghasilan yang telah dibayarkan kepada badan Amil Zakat atau lembaga Amil Zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak. Dalam pasal 1 PP no 60 tahun 2010 tentang zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto meliputi :

a. Zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh wajib pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau wajib pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada BAZ atau LAZ yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah.

b. Sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi wajib pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama  Islam dan atau wajib pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam yang diakuiui fi Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah.

Implementasi di lapangan, aturan sebagai mana dimaksud  belum memberi dampak yang signifikan terhadap perkembangan zakat di Indonesia. Bagi PNS dan karyawan perusahaan, proses dan mekanisme pengurangan zakat perlu disederhanakan supaya ketika restitusi pajak penghasilan SPT tahunan nya tidak terjadi kelebihan pembayaran.

BAZ dengan kantor pajak harus bersinergi sehingga ada transparansi antara zakat dan pajak.
Hal ini penting bagi Muzakki atau wajib zakat, supaya tepat sasaran. Karena zakat mustahiknya atau penerima zakat sudah jelas 8 golongan (Al-Quran surat at-taubah ayat 60) sedangkan pajak sasaran nya luas, bisa buat infrastruktur jalan jembatan gedung sekolah perkantoran, dll.

Penulis,

Ai Nurhasanah (praktisi dan pemerhati madrasah)

LEAVE A REPLY