Sangkal Trudeau, Trump Berkukuh Soal Defisit Perdagangan

0
PM Kanada Justin Tudeau (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan), beberapa waktu lalu. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque))
PM Kanada Justin Tudeau (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan), beberapa waktu lalu. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

RILITAS.COM, Internasional – Saat berpidato dalam sebuah acara penggalangan dana bagi Partai Republik pada Rabu (15/3), Presiden AS Donald Trump keliru memaparkan fakta tentang neraca perdagangan negaranya terhadap Kanada kepada Perdana Menteri Justin Trudeau.

Trump secara keliru mengklaim bahwa Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan dengan Kanada.

Pada mulanya Trudeau berkata bahwa Kanada memiliki Defisit neraca perdagangan dengan Amerika. Hal itu dibantah oleh Trump. Trudeau sempat bersukukuh. Namun, Trump tetap dengan pendiriannya.

“Saya bahkan tidak tahu. Saya tidak tahu. Saya hanya berkata, ‘Anda salah’. Anda tahu kenapa? Karena kami sangat bodoh. Dan saya pikir mereka pintar,” ucapnya, seperti dikutip dari CNN.

Secara sederhana, defisit bagi AS berarti ‘Paman Sam’ membeli lebih banyak barang dan jasa dari Kanada daripada sebaliknya. Sebaliknya, surplus bagi AS berarti Kanada membeli lebih banyak barang dan jasa dari Amerika daripada sebaliknya.

Departemen Perdagangan AS menyebut ada surplus perdagangan dengan Kanada. Dengan kata lain, Kanada mengalami defisit neraca perdagangan terhadap Amerika.

Rinciannya, AS mengalami defisit sebesar US$23,2 miliar pada 2017 dengan Kanada dalam hal perdagangan barang-barang, mulai mainan hingga mobil.

Namun, AS memiliki surplus US$25,9 miliar dengan Kanada pada tahun yang sama dalam hal jasa. Mulai dari pariwisata hingga teknologi dan perawatan kesehatan.

Artinya, AS memiliki surplus perdagangan sebesar US$2,7 miliar dengan Kanada pada tahun lalu. Hal yang sama terjadi pada 2015 dan 2016.

Namun demikian, Trump tetap berkukuh dengan pendapatnya. Melalui akun Twitter-nya Ia bahkan menyebut AS memiliki defisit perdagangan dengan Kanada.

“Kami memiliki Defisit Perdagangan dengan Kanada, seperti yang kami lakukan dengan hampir semua negara (beberapa di antaranya hebat). PM Justin Trudeau dari Kanada, orang yang sangat baik, tidak suka mengatakan bahwa Kanada memiliki surplus vs AS (bernegosiasi), tapi mereka melakukannya. Mereka hampir semua melakukannya. Dan itulah yang saya tahu! “

Sejak era kampanye Pilpres AS 2016, Trump dikenal dengan masalah akurasi data.

Misalnya, ia menyebut Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong sebagai Presiden Jokowi dalam sebuah foto yang diunggahnya pada Instagram.

(arh)

LEAVE A REPLY