Kadinkes Banten dan Dua Pengusaha Resmi Ditahan

0
Ilustrasi. (Foto: Dok/Net)
Ilustrasi. (Foto: Dok/Net)

RILITAS.COM, Serang – Kejaksaan Tinggi Banten (Kejati) Banten resmi menahan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten, drg Sigit Wardojo bersama dua tersangka lainnya, yaitu Adit selaku tim survei atau pemeriksa barang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dan Endi selaku rekanan pengadaan mesin genset tahun 2015 lalu setelah sepekan yang lalu ketiganya ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiganya diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan mesin genset untuk RSUD Banten tahun 2015 lalu, sehingga merugikan keuangan negara lebih dari Rp 500 juta.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum Kejati Banten, Holil Hadi SH membenarkan hal tersebut. Penahaan ketiga tersangka di rutan yang berbeda, setelah menjalani pemeriksaan marathon oleh penyidik tindak pidana khusus Kejati Banten setelah pekan lalu ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (16/8/2018)

Menurut Holil, Kadinkes Banten Sigit Wardojo dan rekanan Endi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas B Serang. Sedangkan Adit ditahan di Lapas Pandeglang. “Iya kita putuskan menahan ketiganya selama dua puluh hari kedepan,” kata Holil, dilansir laman Indopos, Kamis (16/8/2018) malam.

Diketahui, diusutnya kasus pengadaan genset senilai Rp 2,2 miliar tersebut merupakan tindaklanjut dari temuan laporan hasil pemeriksa keuangan (LHP) keungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Banten dan Inspektorat Provinsi Banten.

Berdasarkan LHP BPK terdapat kerugian negara sebesar Rp 500 juta. Sedangkan dari LHP Inspektorat Banten lebih dari Rp 500 juta. Temuan LHP tersebut berdasarkan perhitungan pengadaan genset yang diduga terdapat mark up atau kemahalan harga.

Adanya perbedaan terkait hasil audit dua instansi tersebut membuat penyidik Kejati Banten mencari jalan tengah dengan menggandeng auditor dari BPKP Perwakilan Banten untuk menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut,sehingga ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 600 juta. (yas/ip)

LEAVE A REPLY