Rusia ‘Menjalankan’ Program Doping pada Olimpiade Sochi

0
Presiden Putin mengatakan tak adil jika atlet Rusia dilarang bertanding dalam kompetisi internasional karena doping.

RILITAS.com, Olahraga – Rusia menjalankan program doping yang disponsori negara pada Olimpiade Musim Dingin Sochi pada tahun 2014, demikian dinyatakan sebuah laporan baru.

Kementerian olahraga negara itu ‘mengatur, mengontrol dan mengawasi’ rekayasa sampel urine yang diberikan para atlet Rusia, demikian temuan sebuah penyelidikan yang dilakukan sesuao permintaan badan antidoping dunia, WADA.

Penyelidikan dilakukan oleh sebuah komisi yang dipimpin Dr Richard McLaren -seorang guru besar hukum Kanada dan penasehat hukum olahraga.

Komisi ini melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti pengakuan mantan ketua laboratorium nasional antidoping Rusia, Grigory Rodchenkov, yang menyatakan memberikan doping kepada belasan atlet Rusia sebelum Olimpiade Sochi.

Pada bulan Juni, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan dukungan terhadap sebuah keputusan yang diambil Badan Atletik Dunia (IAAF).

Keputusan itu menyatakan atlet Rusia harus tetap dilarang ikut serta perlombaan di pesta Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Selasa (21/06) setelah muncul sejumlah tuduhan bahwa atlet-atlet Rusia memakai obat ilegal dengan sokongan pemerintah Rusia. Tuduhan tersebut mengemuka menjelang pesta olah raga Olimpiade di Rio de Janeiro tahun ini.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa tak adil jika atlet Rusia dilarang bertanding dalam kompetisi internasional, termasuk Olimpiade 2016 di Rio.

“Ada prinsip-prinsip hukum yang diakui secara universal dan salah satunya adalah tanggung jawab itu terletak pada perseorangan,” kata Putin. (BBC)

LEAVE A REPLY