Jet Tempur Baru Inggris Pakai Kecerdasan Buatan

0
Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson (UNSEEN), meluncurkan model jet tempur baru, yang disebut 'Tempest' di Farnborough Airshow, di Farnborough, Inggris 16 Juli 2018.[REUTERS / Peter Nicholls]
Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson (UNSEEN), meluncurkan model jet tempur baru, yang disebut 'Tempest' di Farnborough Airshow, di Farnborough, Inggris 16 Juli 2018.[REUTERS / Peter Nicholls]

RILITAS.COM, Iptek – Inggris menyatakan akan mengembangkan jet tempur terbaru mereka, Tempest, yang menggunakan kecerdasan buatan. Program jet tersebut dikenalkan kepada publik dalam gelaran Farnborough Airshow, Senin (16/7/2018)

Inggris menyatakan akan mengembangkan jet tempur terbaru mereka, Tempest, yang menggunakan kecerdasan buatan. Program jet tersebut dikenalkan kepada publik dalam gelaran Farnborough Airshow, Senin (16/7/2018).

Seperti dilansir laman The Sun, Tempest dapat diterbangkan oleh pilot atau dioperasikan sebagai wahana nirawak (drone). Pesawat ini menggunakan kecerdasan buatan dan sistem pengenalan untuk mencapai targetnya. Jet Tempest juga dilengkapi senjata laser yang mampu menghancurkan target.

Program jet tempur ini bisa dibilang merupakan “saingan” untuk kerja sama antara Jerman dan Prancis yang tahun lalu juga mengumumkan sedang meriset jet tempur baru. Program tersebut dipimpin oleh Airbus Perancis, bagian dari konsorsium Eurofighter dan Dassault Aviation SA, yang membuat pesawat tempur Rafale.

Inggris berencana akan mulai mengoperasikan Tempest pada 2035, bertepatan dengan penggantian armada Eurofighter Typhoon. Eurofighter Typhoon, dikembangkan oleh kelompok empat negara Jerman, Spanyol, Inggris dan Italia pada 1980-an.

Pesawat jet adalah inti dari strategi udara tempur Inggris yang baru. Sebelumnya, Perdana Menteri Theresa May menyatakan untuk mempertahankan kemampuan kekuatan udara kelas dunia. Seorang juru bicara kementerian pertahanan Jerman menolak berkomentar mengenai program Inggris tersebut, tetapi mengatakan proyek Franco-Jerman terbuka untuk mitra tambahan.

Michael Christie, direktur strategi BAE Systems untuk sistem pertahanan udara, mengatakan Inggris mampu mengembangkan Tempest sendirian. “Tapi akan lebih baik mengembangkannya dengan mitra mengingat biaya yang tinggi dan keinginan untuk menargetkan penjualan masa depan,” ujarnya.

Inggris belum mengembangkan jet tempur sendiri sejak 1960-an. Namun Inggris membantu mengembangkan dan membangun pesawat tempur siluman yang paling canggih di armada Inggris, F-35 produksi AS, dengan BAE Systems menjalankan sekitar 15 persen pekerjaan di masing-masing jet. (tmp)

LEAVE A REPLY