Kebakaran di Portugal Sudah Tewaskan 62 Orang

0
Sebuah mobil jadi korban kebakaran hutan di Pedrogao Grande, Portugal, yang menewaskan banyak orang. (Foto: REUTERS/Rafael Marchante)
Sebuah mobil jadi korban kebakaran hutan di Pedrogao Grande, Portugal, yang menewaskan banyak orang. (Foto: REUTERS/Rafael Marchante)

RILITAS.COM, Internasional – Kebakaran hutan hebat yang melanda Portugal sejak Sabtu (17/6/2017) telah menewaskan 62 orang sampai hari ini. Kebanyakan tewas di dalam mobil saat hendak mengungsi.

“Dimensi kebakaran ini belum pernah ada dalam tragedi manusia,” kata Perdana Menteri Portugal Antonio Costa di Pedrogao Grande, Portugal, sebuah kawasan pegunungan 200 kilometer di timur laut Lisbon.

Kebanyakan korban tewas di mobil saat hendak mengungsi dari kebakaran yang sudah menghanguskan rumah mereka juga. PM Costa mengatakan, angka korban bisa bertambah sebab masih ada beberapa bangunan yang hangus di desa di daerah agak terpencil.

Kebakaran itu sendiri diduga akibat sebuah pohon terbakar disambar petir. Gelombang panas, iklim kering, dan angin yang lumayan kencang telah memicu api semakin besar, menyambar pepohonan lain dan terjadilah kebakaran hutan yang dahsyat itu.

Pemerintah Portugal pun menerapkan hari berkabung selama 3 hari dan mengirimkan dua batalion tentara untuk melakukan layanan darurat di daerah yang terdampak.

Uni Eropa berjanji membantu dengan mengirimkan pesawat pemadam kebakaran. Sedang Prancis akan mengirimkan tiga pesawat dan Spanyol akan mengirimkan dua.

Paus Francis di Vatikan sempat menyinggung tragedi di Portugal dalam pesan mingguannya. Dia mengajak masyarakat menengok ke Pedrogao Grande dan berdoa untuk keselamatan warga di sana.

Lebih dari 600 tenaga pemadam kebakaran terus berjuang memadamkan api. Beberapa jalan bebas hambatan pun sudah ditutup untuk alasan keselamatan.

Banyak warga yang mengungsi tanpa bantuan siapapun dan melihat rumahnya terbakar habis tanpa bisa berbuat apa-apa. Banyak juga yang menyalahkan buruknya pengelolaan hutan dan depopulasi desa-desa di tempat terpencil, sehingga banyak kawasan hutan yang tak terperhatikan. (ded/cnn)

LEAVE A REPLY