Meski Diprotes PBB, China Tetap Repatriasi Warga Korut

0
Setelah penjagaan di perbatasan dengan China diperketat pada 2017, jumlah warga Korut yang berhasil kabur ke Korsel menurun drastis. (Foto: AFP Photo/Ed Jones)
Setelah penjagaan di perbatasan dengan China diperketat pada 2017, jumlah warga Korut yang berhasil kabur ke Korsel menurun drastis. (Foto: AFP Photo/Ed Jones)

RILITAS.COM, Internasional – Meski diprotes oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, China tetap merepatriasi seorang warga Korea Utara yang kabur ke negaranya.

“Orang yang secara ilegal menerobos ke China bukan pengungsi. Kami harap, orang itu dapat mematuhi prinsip piagam PBB untuk menghormati penegakan hukum di China,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang.

Dengan pernyataan tersebut, China sekaligus menyanggah ucapan pelapor khusus PBB untuk urusan hak asasi manusia di Korut, Tomas Ojea Quintana.

Sebelumnya, Quintana mengatakan bahwa China bertanggung jawab menampung para warga Korut yang lari dari rezim Kim Jong-un sebagai pengungsi di negaranya, sesuai dengan konvensi PBB yang disepakati Beijing pada 1951.

“Kami mendesak mereka untuk mengatasi masalah ini dengan memberikan perlindungan khsusus bagi warga Korut yang singgah di wilayah China,” ucap Quintana sebagaimana dikutip Reuters.

Quintana mengatakan, jika dipulangkan akibat percobaan membelot, warga Korut terancam diadili dengan semena-mena, bahkan hingga dieksekusi mati.

“Perempuan paling rentan terhadap praktik kekerasan ini jika mereka dikirim kembali. Pemeriksaan hingga bugil, penggeledahan dalam rongga tubuh, penganiayaan verbal, bahkan pelecehan seksual masih sering terjadi di pusat-pusat penahanan dekat perbatasan China,” tutur Quintana.

Human Rights Watch (HRW) melaporkan, sejak Juni tahun lalu, setidaknya 51 warga Korut terancam menerima perlakuan kejam semacam itu. Mereka ditahan setelah menyeberang ke China.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun HRW, setidaknya 13 diantara 51 warga tersebut sudah dipulangkan secara paksa.

Sebagaimana dilansir AFP, China merupakan tempat persinggahan pertama bagi para pembelot yang kabur dari Korut. Mereka lalu akan mencari negara kedua, agar bisa dikirim ke Korsel.

Setelah penjagaan di perbatasan China diperketat pada 2017, jumlah warga Korut yang berhasil kabur ke Korsel pun menurun drastis.

Menurut data Kementerian Unifikasi Seoul, dalam kurun waktu enam bulan hingga Juni, hanya 593 warga Korut berhasil masuk Korsel, atau menurun 20,8 persen dari periode yang sama pada 2016. (has/cnn)

 

LEAVE A REPLY