Ikut Demo, Filipina Deportasi Biarawati Australia

0
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Reuters/Erik De Castro)
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Reuters/Erik De Castro)

RILITAS.COM, Jakarta –  Filipina mendeportasi biarawati Australia yang telah 27 tahun menetap di negeri itu karena ikut aksi demonstrasi yang mengecam Presiden Rodrigo Duterte. Patricia Anne Fox, seorang biarawati asal Australia, dideportasi dari Filipina setelah kedapatan mengikuti unjuk rasa. Pihak imigrasi meminta Fox meninggalkan Filipina dalam 30 hari.

Lewat surat resmi, Kepala Biro Keimigrasian Jaime Morente mendeportasi Fox Filipina “karena melakukan kegiatan yang melanggar tujuan visa dan izin tinggalnya”.

Perempuan berusia 71 tahun itu sempat ditahan selama satu hari pekan lalu. Saat itu Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan otoritas terkait menyelidiki ‘pelanggaran’ tersebut.

Duterte meminta imigrasi menyelidiki aktivitas politik yang dilakukan Fox selama berada di negaranya. Dia menuduh Fox mengolok-olok negaranya.

“Ini pelanggaran kedaulatan. Dia [Fox] tidak punya hak mengkritik kami. Jangan menghina negara saya,” ujar Duterte dalam pidatonya di depan tentara.

Dilansir Reuters, Fox telah tinggal di Filipina selama lebih dari 27 tahun. Permohonan pembaruan visanya yang akan berakhir pada September 2018 nanti juga telah ditolak Filipina.

Namun, kantor keimigrasian memastikan bahwa Fox masih bisa kembali mengunjungi Filipina sebagai turis, bukan misionaris.

Pengacara Fox membantah kliennya mengikuti aktivitas-aktivitas sarat politik. Dia juga mengatakan sedang mengajukan banding terhadap permintan deportasi kliennya tersebut.

“Kami akan mengajukan mosi yang meminta perintah deportasi untuk dipertimbangkan kembali. Dia [Fox] tidak pernah mengikuti kegiatan partisan. Dia seorang biarawati,” kata pengacara Fox, Jobert Pahliga.

Pengusiran Fox turut memicu kecaman dari sejumlah kelompok aktivis. Organisasi sayap kiri Bayan mengecam perintah deportasi Fox yang dianggap “telah banyak berjasa terhadap para kaum petani di Filipina selama hampir tiga dekade terakhir”.

“Rezim Duterte paranoid dan takut terhadap seorang biarawati lanjut usia yang bekerja untuk hak asasi manusia dan keadilan bagi masyarakat yang kurang mampu,” ucap pemimpin Bayan, Renato Reyes. “Perintah deportasi biarawati Fox dari Filipina benar-benar tercela dan memalukan,” kata Reyes dalam sebuah pernyataan.

LEAVE A REPLY