Kapan Satelit Kominfo Terealisasi?

0
Menkominfo Rudiantara. (Foto:Dok/Kompas)
Menkominfo Rudiantara. (Foto:Dok/Kompas)

RILITAS.COM, Iptek – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengkonfirmasi rencana pemerintah untuk membangun satelit telekomunikasi sebagai pelengkap dari proyek Palapa Ring.

“Kita fokus ke Palapa Ring dulu. Akses broadband ke segala penjuru, tentunya tidak hanya dengan Palapa Ring. Tapi juga bisa menggunakan solusi lain, pakai satelit,” kata Rudiantara usai acara Selular Award di Balai Kartini, kemarin.

Saat ini, Kominfo belum bisa menjelaskan bagaimana status kepemilikan dari satelit tersebut. Namun Rudiantara sudah menyebutkan klasifikasi dari satelit yang akan digunakan.

“Satelit itu bisa punya sendiri atau siapapun, kita belum tahu. Tapi yang pasti, satelit itu harus High Throughput Satellite (HTS). Sekarang belum diputuskan punya sendiri atau seperti apa, yang penting Palapa Ring dulu,” katanya.

Ia juga menjelaskan nantinya satelit tersebut sebagian besar akan difungsikan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah.

“Tapi tidak untuk consumer langsung. Saya senang kalau ada punya slot, mereka luncurkan High Throughput Satellite, jadi bisa langsung device ke satelit,” lanjutnya.

Untuk pengerjaannya, pria yang biasa disapa Chief RA ini mengungkapkan bahwa pembangunan satelit ini bisa saja dilakukan dengan cara melakukan kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Namun saat ini, hal itu belum bisa dipastikan.

“Intinya pemerintah harus punya network sendiri, bukan berarti semuanya sendiri, tapi beberapanya kita bisa sewa,” tuturnya.

Belum jelas kapan satelit tersebut bisa beroperasi. Yang pasti, Kominfo menginginkan satelit tersebut sudah bisa dirasakan manfaatnya tak lama setelah proyek Palapa Ring rampung.

“Kalau Palapa Ring dioperasikan tahun 2019, setelah itu harus ada jaringan lain yang melengkapinya, (operasi satelit) jangan jauh-jauh dari Palapa Ring,” tutupnya.

Diketahui, Kominfo akan menggunakan satelit tersebut agar akses internet bisa merata hingga ke pelosok-pelosok.

“Dalam waktu dekat, kita akan mendiskusikan untuk menggarap satelit untuk men-deliver kemampuan fiber optik. Kalau Palapa Ring kan mencakup kota dan kabupaten, sedangkan untuk pulau kecil dan terluar belum terjangkau,” kata Direktur Telekomunikasi Khusus Kominfo, Ismail usai acara Seremoni Penunjukkan Mandated Lead Arranger untuk Pembiayaan Proyek Palapa Ring Paket Tengah, sebelumnya.

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.(cn)

LEAVE A REPLY