‘Sudah Terjadi 53 Kali Gempa Susulan di Banten dan Sekitarnya’

0
Sejumlah karyawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkumpul di luar gedung pascagempa yang mengguncang di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (23/1/2018). Data dari BMKG, gempa dengan kekuatan 6,4 Magnitudo itu terjadi pada pukul 13.34 WIB dengan pusat berada di 81 kilometer barat daya Lebak, Banten dan kedalaman 10 kilometer. (ANTARA /Aprillio Akbar)
Sejumlah karyawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkumpul di luar gedung pascagempa yang mengguncang di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (23/1/2018). Data dari BMKG, gempa dengan kekuatan 6,4 Magnitudo itu terjadi pada pukul 13.34 WIB dengan pusat berada di 81 kilometer barat daya Lebak, Banten dan kedalaman 10 kilometer. (ANTARA /Aprillio Akbar)

RILITAS.COM, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga saat ini, Jumat (26/1/2018), sudah ada 53 kali gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil terjadi di Banten dan sekitarnya.

Adapun gempa pertama kali dengan kekuatan 6,4 SR berpusat di barat daya Kabupaten Lebak Provinsi Banten pada Selasa (23/1/2018) pukul 13.34 WIB.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, perkembangan pendataan gempa 6,4 SR terus dilakukan Posko BNPB.

“Gempa susulan ini adalah peristiwa alamiah dimana setelah gempa besar diikuti gempa-gempa susulan dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng yang ada,” ujar Sutopo kepada wartawan, Jum’at (26/1/2018)

Teranyar terjadi gempabumi susulan di Lebak, Banten sekitarnya. Kali inj gempa berkekuatan 5,2 SR mengguncang Jum’at (26/1/2018) Pukul 11:48:23 WIB.

Adapun posisi gempa 7.23 LS, 105.99 BT atau berada di 79 km Barat Daya Lebak-Banten, dengan Kedalaman 11 Km.

“Kabupaten Lebak, Gempa dirasakan lemah selama 3 detik dan masyarakat tidak panik,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa gempa juga dirasakan di Jakarta dan tidak berpotensi tsunami.

“Gempa di rasakan lemah selama 1 detik,” jelasnya. (sri/trib)

LEAVE A REPLY