5 Penyebab Diare Saat Puasa

0
Ilustrasi. (Foto: Dok/Net)

RILITAS.COM, Keehatan – Berniat menjalani ibadah puasa dengan khusyuk, tapi malah terkena diare? Tentu kondisi ini dapat menganggu kenyamanan Anda berpuasa dan beribadah di bulan Ramadan. Agar tak terjadi lagi, ketahui apa saja yang menyebabkan Anda mengalami diare saat puasa.

Salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi ketika Anda mengalami diare saat puasa adalah badan lemas. Selain itu Anda juga rentan dehidrasi akiat diare. Bila tak segera diatasi dan terus terulang, kondisi ini akan sangat berbahaya bagi tubuh Anda.

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, diare adalah peningkatan jumlah buang air besar (tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari), persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan).

“Konsistensi tinja yang cair ini menjadi karakteristik diare dan biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Perlu diketahui, diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, yakni inflamatory bowel disease (IBD). Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan,” ujar dr. Andika.

Nah, agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan tersebut, ketahui dengan baik apa saja hal yang dapat menyebabkan diare, dan sebisa mungkin hindari berbagai hal tersebut.

Penyebab diare saat puasa

Mungkin Anda bingung mengapa bisa diare muncul saat puasa, ketika perut tidak diisi makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam tidak makan dan minum. Nyatanya, penyebab diare bisa beragam.

Berikut ini adalah beberapa penyebab diare  saat puasa, seperti yang dijelaskan oleh dr. Rifka Hanifa Huwaida dari KlikDokter.

1. Konsumsi makanan tertentu 

Ini adalah penyebab paling umum dari diare yang dialami kebanyakan orang. Menurut dr. Rifka, makanan yang Anda makan saat berbuka dan sahur cukup bisa menjadi faktor penyebab Anda mengalami diare. Selama diare, sebisa mungkin hindari makanan berlemak (gorengan atau bersantan), makanan pedas, atau yang berbumbu tajam.

2. Infeksi pada saluran pencernaan

Infeksi pada saluran pencernaan mungkin terjadi ketika makanan yang Anda santap tidak higienis, sehingga infeksi bisa berasal dari bakteri yang Anda makan.

3. Stres

Terlalu banyak pikiran alias stres juga bisa menjadi faktor Anda mengalami diare. Tak dimungkiri bahwa stres memang bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, salah satu adalah diare.

4 Perubahan hormon

Tidak semua orang yang sedang mengalami perubahan hormon akan mengalami diare. Akan tetapi, hal ini memang cukup memengaruhi. “Biasanya, orang yang sedang haid mengalami hal ini,” ujar dr. Rifka.

5. Konsumsi pemanis buatan

Puasa identik dengan takjil yang manis. Tapi hati-hati, belum tentu pemanis yang digunakan alami dan sehat. Menurut dr. Andika, sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat. Jadi, lebih bijaklah dalam memilih makanan manis.

Sebenarnya diare bisa sembuh sendiri tanpa ada pengobatan. Akan tetapi, jika sudah berlangsung cukup lama dan menganggu aktivitas Anda, lebih baik jangan tunda untuk berobat ke dokter.

Hal yang sangat penting dalam penanganan diare adalah mempertahankan keseimbangan cairan tubuh yang keluar dan masuk. Setiap kali BAB, langsung berikan minum untuk mengganti cairan yang keluar.

Selain kehilangan cairan, diare juga menyebabkan kehilangan kandungan elektrolit tubuh. Karena itu bila seseorang mengalami dehidrasi dan asupan cairannya kurang, perlu diganti dengan pemberian cairan infus.

Bagi Anda yang mengalami diare saat puasa, periksakan kondisi Anda ke dokter. Konsultasikan juga apakah kondisi Anda layak untuk menjalankan puasa. Karena bagaimanapun juga, kondisi orang bisa berbeda-beda meskipun penyakit yang dideritanya sama. (np/rvs)

Sumber: Klik Dokter

LEAVE A REPLY