Status Anak Gunung Krakatau Naik Menjadi Siaga

0
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Untuk gempa vulkanik dangkal tercatat 38 kali dengan amplitudo 3-30 mm dan durasi 5-15 detik. Lalu gempa vulkanik dua kali dengan amplitudo 29-30 mm, S-P 1-1,5 detik, dan durasi 10-20 detik. ANTARA FOTO/Elshinta
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Untuk gempa vulkanik dangkal tercatat 38 kali dengan amplitudo 3-30 mm dan durasi 5-15 detik. Lalu gempa vulkanik dua kali dengan amplitudo 29-30 mm, S-P 1-1,5 detik, dan durasi 10-20 detik. ANTARA FOTO/Elshinta

RILITAS.COM, Cilegon – Status Anak Gunung Krakatau pada Kamis (27/12) pagi dilaporkan naik menjadi level tiga atau siaga. Suara gemuruh dari arah gunung masih terdengar hingga ke bibir Pantai Carita, Pandeglang, Banten.

Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Windi Cahya Untung menyampaikan, status resmi dinaikkan karena aktivitas gunung yang semakin meningkat selama beberapa waktu. “Terdapat getaran tremor menerus mikrotremor yang terekam dengan amplitudo 8-32 Mm, dominan di angka 25 Mm,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis (27/12/2018).

Meski demikian, petugas pos pantau tidak dapat mendapat data visual gunung karena terhalang awan yang dipengaruhi cuaca hujan. “Cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut. Suhu udara 24-26 derajat Celsius dan kelembaban udara 91-96 persen,” ucapnya.

Kenaikan status ini menyebabkan masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati lokasi gunung hingga radius lima kilometer. Sebelumnya, warga dan wisatawan dilarang mendekat dalam radius dua kilometer. (red)

LEAVE A REPLY